Rabu, 18 Maret 2009

Koordinat Lokasi Target : 3º37'22.8" LS dan 114º42'09.2" BT

Desa Tungkaran
Kecamatan Martapura Timur
Kabupaten Banjar
Propinsi Kalimantan Selatan
Koordinat Lokasi Target : 3º37'22.8" LS dan 114º42'09.2" BT
Kategori Lokasi : Wetland, daerah rawa-rawa

Photobucket 
ini dia gambar jembatan kayunya, hehe ;D 


Desa Tungkaran
Desa Tungkaran termasuk daerah Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar Propinsi Kalimantan Selatan. Posisi koordinat yang diberikan adalah persis di atas salah satu jembatan kayu yang melintasi daerah rawa. Lokasi ini berjarak sekitar 6 km dari Lab Farmasi FMIPA UNLAM Banjarbaru. Waktu tempuh saat pertama kali mengunjungi lokasi yaitu sekitar 15 menit. Lokasi ini dicapai dengan menyusuri irigasi atau dengan mengambil jalan utama melewati kota Martapura.

Kondisi lokasi yaitu rawa yang cukup luas dan tampaknya cukup dalam airnya. Rawa ini ditutupi oleh mayoritas tanaman eceng gondok. Selain eceng gondok, juga ditemukan tanaman sejenis pandan, teratai, kangkung, purun tikus, kelakai dan tanaman air lainnya. Di sekitar rawa tersebut, tampak pohon-pohon besar dan perumahan penduduk yang seakan memberikan batas yang cukup signifikan bagi rawa tersebut. Tampak ada rumbia (tanaman sagu), mangga, kelapa, dan lainnya.

Photobucket

Rawa ini dipotong oleh jalan yang berada cukup di tengah-tengah rawa.
Rawa ini memiliki aliran air dari arah tenggara (heading 120º) menuju barat laut (heading 300º) (estimasi). Dari arah aliran air tadi dapat ditebak ke mana air di rawa tersebut keluar. Selain itu, rawa ini adalah daerah yang terbuka, karena sangat sedikit pepohonan besar. Bila dilihat dari topografinya, sepertinya rawa ini adalah bagian yang tersisa masih belum terkena imbas alih fungsi lahan basah sebagai lokasi perumahan (dikeringkan atau ditimbun), sebab dikelilingi oleh banyaknya perumahan penduduk yang semipermanen maupun permanen.

Photobucket

Bagi penduduk setempat, rawa ini dijadikan sebagai area pemancingan. Pemanfaatan lainnya yaitu sebagai lahan persawahan, hal ini dapat dilihat dari gambar adanya aktifitas pembibitan padi. Penduduk sekitar juga menggunakan rawa ini sebagai lokasi peternakan itik, bebek dan unggas air lainnya, dikarenakan kondisi rawa yang memungkinkan. Tipe perumahan penduduk kebanyakan adalah rumah panggung terutama yang dekat dengan rawa, mengingat ini adalah rawa pasang surut yang setiap saat dapat berubah sesuai dengan jumlah air yang masuk.

Photobucket

Kondisi perairan dari rawa, cukup bersih dilihat dari beningnya air. Walau air tersebut cukup berbau, bau khas rawa (hasil pembusukkan, "gas rawa" ;)). Kata bersih ini didasarkan pada penampilan secara fisik yaitu warna dan kejernihannya. Hal ini kemungkinan besar karena banyaknya populasi eceng gondok dan sumber yang air rawa yang mungkin belum tercemar serta kurangnya tingkat erosi tanah. Untuk mengetahui lebih lanjut tingkat cemaran secara mikro maupun makro diperlukan cara analisis tingkat lanjut tentunya dengan bantuan alat yang sesuai. Contohnya pengukuran pH dengan pH meter, kadar logam berat. Sepertinya air yang ada di rawa ini kurang layak konsumsi, sebab ada info mengatakan begitu banyak saluran pembuangan yang berujung pada rawa ini.

Photobucket

Melihat kondisi rawa ini secara langsung, dapat dikatakan memiliki tingkat biodiversitas yang cukup tinggi. Selain banyaknya tanaman air, rawa ini juga memiliki fauna yang cukup banyak. Penduduk sekitar dapat memancing dengan santai dan tidak sulit untuk mendapatkan ikan. Dari penuturan penduduk setempat, cukup banyak jenis ikan yang dapat dimanfaatkan dari rawa ini. Contohnya ikan papuyu, ikan haruan, ikan sepat, dan tentunya masih banyak lainnya. Rawa ini juga potensial sebagai tempat penggembalaan itik atau sebagai tambak ikan.
Potensi lainnya dari rawa ini yaitu pemanfaatan eceng gondok yang jumlahnya sangat melimpah. Salah satunya yaitu penggunaan eceng gondok sebagai bahan kerajinan tangan, seperti anyaman. Hasil pencarian di internet, eceng gondok ini dapat diolah menjadi bahan dasar kertas seni dengan cara yang cukup sederhana.

Akhir kata, masih banyak yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai dari rawa yang terletak di desa Tungkaran. Namun, tentunya dengan melihat berbagai dampak baik atau buruknya. Sebab pengelolaan yang salah dari suatu lahan basah (dalam hal ini rawa) akan mengancam kelestarian lingkungan itu sendiri serta bagi manusia yang tinggal di sekitar dan hidup bergantung pada lahan basah tersebut.


Photobucket
At last, taking photo with friends

1 isi pikiranmu setelah membaca :

  1. Anonim mengatakan...

    Yuhuuu..
    Want to take a look a while about my Flash HomePage?
    Sure, here there are http://ahyari.com/welcome/index.html

    :D